Sabtu, 27 April 2013

TEORI LINGKUNGAN@hmd

Dalam teori lingkungan (milieu) termasuk teori belajar dan teori sosialisasi yang bersifat sosiologis. Menurut teori ini maka perkembangan adalah bertambahnya potensi untuk bertingkah laku. Berjalan harus dipelajari, bergaul dengan orang lain juga harus dipelajari, begitu juga berpikir logis. Ketiga hal ini tentu membutuhkan cara belajar berlainan. Belajar berjalan adalah cara belajar sensori-motorik, belajar bergaul adalah termasuk belajar social, dan berpikir logis termasuk belajar kognitif. Seseorang yang telah menguasai ketiga hal ini dan tingkah laku lainnya dipandang sebagai orang yang berkembang.

Teori ini beranggapan bahwa sesudah tahun pertama, potensi untuk melakukan tinkah laku nivo yang lebih tinggi tidak tergantung dari perubahan sepontan pada struktur diri organisme, melainkan tergantung dari apa yang kita pelajari dengan tekhnik-tekhnik yang tepat. Jadi bila anak dalam suatua lingkungan tertentu maka anak tadi akan memperlihatkan pola tingkah laku yang khas lingkungannya tadi.

Berbagai teori lingkungan ini kurang memperhatikan akan pengaruh pembawaan yang juga relatif kuat dalam perkembangan seseorang.

TEORI YANG BERORIENTASI PADA BIOLOGIS@hmd

Teori ini menitik beratkan pada apa yang disebut bakat, jadi  faktor  keturunan dan konstitusi yang dibawa sejak lahir. Perkembangan anak dilihat sebagai pertumbuhan dan pemasakan organisme. Perkembangan bersifat endogen, artinya perkembangan tidak hanya berlangsung sepontan saja, melainkan harus dimengerti sebagai pemekaran pre-disposisi yang telah ditenttukan secara biologis dan tidak dapat berubah lagi.
 

Pengaruh lingkungan hanya sekedar menyediakan kesempatan yang baik saja, misalnya penerangan, suhu, pemupukan, dan pengairan yang menguntungkan. Dalam hal ini maka perkembangan merupakan suatu proses yang spontan, yang oleh Piaget (1971) disebut sebagai kelanjutan genesa-embryo. Pengaruh lingkungan yang menguntungkan dan tidak menguntungkan ikut menentukan sifat apa yang akan terwujud yang dimiliki  organism dalam priode tertentu.
 

Dalam arti yang ketat ini  maka sebagai variasi teori ini hamper tidak diakui lagi. Kelemahan teori ini nampak dalam penelitian anak kembar. Anak kembar identik yang dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda, mengalami proses perkembangan yang berbeda pula. Perkembangan kedua anak tadi tidak dapat diterangkan melalui sebagai reaksi mereka terhadap banyak dikitnya kehangatan yang diterima, atau banyak dikitnya pendidikan pormal yang dialami. Anak bukan merupakan mahluk reaktif belaka, melainkan ia juga secara aktif mencari dan menemukan kesempatan sendiri untuk mengembsngksn pribadinya.

TEORI-TEORI PERKEMBANGAN@hmd

Marx (1903) membendakan ada tiga macam teori. Ketiga teori yang di maksud ini berhubungsn dengan data empiris dengan demikian dapat dibedakan antara :
  • Teori yang deduktif : memberikan keterangan yang dimulai dari suatu  perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu kearah data yang akan ditentukan.
  • Teori yang induktif : cara menerangkan dari data ke teori. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistis ini dijumpai pada kaum behaviorist.
  • Teori yang fungsional : disini nampak suatu interaksi pengaruh antara data dan pikiran teoritis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.
Dalam pembagiaan ini dapat disimpulkan bahwa teori dapat dipandang sebagai berikut :
  1. Teori menunjuk sekelompok hukum yang tersusun secara logis. hukum-hukum ini biasanya mempunyai sifat hubungan yang deduktif. Suatu hukum menunjukan suatu hubungan antara variabel-variabel emperis yang bersipat ajeg dan dapat diramal sebelumnya.
  2. Suatu teori juga dapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengenai suatu kelompok hukum yang diperoleh secara empiris dalam suatu bidang tertentu. Di sini orangmemulai dari data yang diperoleh dan dari data yang diperoleh itu datang padasuatu konsep yang teoritis.
  3. Suatu teori juga dapat menunjuk pada suatu cara menerangkan yang menggeneralisasi. Disini biasanya terdapat hubungan yang funsional antara data dan teoritis.
Kesimpulan suatu teori adalah suatu konsepsualisasi yang umum. Konsepsualisasi atau sistem pengertian ini diperoleh melalui jalan yang sistematis. Suatu teori harus dapat  diuji kebenarannya, bila tidak dia bukan suatu teori.