Teori ini mempunyai kesamaan dengn teori belajar dalam hal pandangan akan pentingnya pengaruh lingkungan, termasuk linkungan primer, terhadap perkembangan. Perbedaannya ialah bahwa teori psikodinamika memandang komponen yang bersifat sosio-afektif sangat fundamental dalam kepribadian dn perkembangan seseorang. Menurut teori ini, maka komponen yang bersifat sosio-afektif, yaitu ketegangan yang ada pada seseorang, sebagai penentu dinamikanya.
Teori psikodinamika yang terkenal yaitu Freud, maka seseorang anak dilahirkan dengan dua macam kekuatan (energi) biologis, yaitu libido dan nafsu mati.Kekuatan atau energi ini "menguasai" semua orang atau semua benda yang berarti bagi anak, melalui proses yang oleh Freud disebut kathexis. Kathexis berarti konsentrasi energi pisikis terhadap suatu objek atau suatu ide yang spesifik, atau terhadap sautu person yang spesifik.
Teori perkembangan yang berorintasi psikodinamika mampunyai kelemahan, yaitu tidak dapat diuji secara empiris (Eysenck, 1959). Teori tersebut menitik beratkan akan perkembangan sosio- afektif. Bila dalam teori ini seksualitas menunduki tempat yang utama, perlu diketahui juga libido dan agresi (sebagai pernyataan nafsu mati) selalu berjalan bersama-sama.Jadi kalu misalnya seksualitas ditekan karena norma pendidikan orang tua, maka agresi ikut ditekan juga. Hal ini mempunyai pengaruh yang menentukan bagi perkembangan kepribadian anak.
Teori psikodinamika yang terkenal yaitu Freud, maka seseorang anak dilahirkan dengan dua macam kekuatan (energi) biologis, yaitu libido dan nafsu mati.Kekuatan atau energi ini "menguasai" semua orang atau semua benda yang berarti bagi anak, melalui proses yang oleh Freud disebut kathexis. Kathexis berarti konsentrasi energi pisikis terhadap suatu objek atau suatu ide yang spesifik, atau terhadap sautu person yang spesifik.
Teori perkembangan yang berorintasi psikodinamika mampunyai kelemahan, yaitu tidak dapat diuji secara empiris (Eysenck, 1959). Teori tersebut menitik beratkan akan perkembangan sosio- afektif. Bila dalam teori ini seksualitas menunduki tempat yang utama, perlu diketahui juga libido dan agresi (sebagai pernyataan nafsu mati) selalu berjalan bersama-sama.Jadi kalu misalnya seksualitas ditekan karena norma pendidikan orang tua, maka agresi ikut ditekan juga. Hal ini mempunyai pengaruh yang menentukan bagi perkembangan kepribadian anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar